skip to main |
skip to sidebar
Posted in
08.18
Hidup
hanya sekali. Mari kita tebarkan kasih sayang pada sesama. Jangan mudah
diadu domba oleh orang2 yg punya beragam kepentingan pribadi. Tahun
ini, begitu banyak yg memperjuangkan ambisi pribadi ketimbang
kemaslahatan sesama. Jangan sampai jalinan ukhuwah kita rusak hanya
karena membela orang yg berambisi pribadi.
Saat ini, makin banyak penjahat yg begitu terampil mengenakan topeng pahlawan. Pengkhianat
tampil seolah paling pakar pegang amanat. Semoga Allah menunjukkan pada
kita, mana yg tulus dan mana yg rakus. Semoga Allah memberi petunjuk,
mana yg ikhlas dan mana yg culas. Memberi petunjuk tentang siapa yg baik
dan siapa munafik.
Semoga Allah memberi kita petunjuk: agar
dihindarkan dari sifat seperti itu. Juga diselamatkan dari orang2 yg
punya tabiat semacam itu.
Posted in
03.55
Ada yg iri dan dengki padamu? Ngapain sedih, bukankah iri dan dengki tanda tak mampu. Berarti dia sangat ingin sepertimu.
Banyak yg benci dan mencaci? Ngapain bingung, orang yg merendahkanmu hari ini akan jadi pengagummu saat kau sukses.
Hidup itu: kita yg jalanin, Tuhan yg nentuin, orang lain yg
ngomentarin. Kalo kita terus disedihkan dg komentar orang lain, kapan
majunya.
Menyikapi kritikan itu: jika emang membangun, terima dg lapang dada. Jika tidak membangun, jangan bikin sesak di dada.
Posted in
23.21
Terkadang
kita butuh merelakan cinta kita laksana matahari yang mencintai bumi.
Mereka mencintai dari jauh. Tak pernah mendekat, tak perlu lekat.
Justru jika mereka saling dekat, yang ada mereka akan hancur. Lebur.
Begitu pula dirimu. Engkau bebas untuk mencintai siapa pun. Tetapi
jangan sampai cinta itu lantas membuatmu merasa wajib untuk hidup
bersama dg orang yg kau cinta. Padahal sejak dulu, cinta tak
mengharuskan saling lekat dan dekat.
Cinta tak mengharuskan
kepemilikan. Menikahi orang yang kau cintai tentu suatu harapan. Tetapi
mencintai orang yang telah kau nikahi adalah suatu keutamaan. Nikah tak
hanya butuh cinta. Tapi juga butuh komitmen dan tanggungjawab.
Posted in
07.50
Bisa2nya
orang yg ibadahnya berantakan bilang cintanya sejati. Sementara Tuhan
yg tiap saat mencurahkan karunia padanya saja tak ia cinta.
Jangan mudah percaya ungkapan cinta dari orang yg meremehkan ibadahnya.
Pada Tuhan saja dia berani, bagaimana bisa dia mencintaimu dg murni.
Kalo ada pemuda yg bilang cinta tapi berani mengajakmu maksiat, curigalah. Cinta tak pernah mengajak pada yg rusak. Mungkin itu hawa nafsu.
Jomblo? Gak usah galau. Malem minggunya jomblo kudu lebih mulia, karena
dia malem mingguan sama sahabat, keluarga, dan sama Allah saja
Putus? Bahagialah. Mungkin itu pertanda kasih sayang Allah yg sedang mensucikan cintamu dari dosa pacaran
Putus emang sakit, tapi percayalah, lebih sakit lagi jika membiarkan
diri terlalu lama jalani hubungan yg tak jelas. Dia belum tentu jodohmu
Jomblo? Santai aja. Itu pertanda Tuhan hendak melindungimu dari dosa
pacaran. Teruslah menjomblo, sampai cintamu siap dihalalkan oleh-Nya
Orang terbodoh di dunia adalah yg berani membuat Allah murka, demi
menuruti orang yg belum tentu jodohnya. Pacarmu belum tentu jodohmu.
Salah satu orang merdeka adalah jomblo. Dia bebas mengisi malam minggunya dg aktivitas apapun
Jika siap, nikahi. Jika belum siap, sudahi. Cinta itu: jika siap
bersegeralah jemput. Jika tak siap, dg ikhlas membiarkan si dia direbut
Kebanyakan pemuda lebih takut diolok 'jomblo' ketimbang bermaksiat.
Maka Allah cinta pemuda yg rela menjomblo demi menghindari dosa pacaran.
"Ngomong doang sih mudah" Saya udah buktiin, nikah muda itu menenangkan, menyenangkan, mendewasakan
Daripada ngeluh dan koment macem2, lebih baik terus ikhtiar dan doa,
moga Allah melimpahkan kemudahan agar bisa segera menghalalkan cinta
(Sumber: twitter @ahmadrifairifan)